(Nama Kamu Pov)
Hei perkenalkan nama ku adalah (Nama Kamu).
Kebanyakan orang memanggilku dengan sebutan (Nama Pendek Kamu). Aku adalah
seorang siswi dari salah satu SMA terbaik di Jakarta. Pagi ini sangat
melelahkan. Aku sama sekali tidak bisa memejamkan mata tadi malam akibat tugas
dari guru guru yang menyeramkan dan cerewet itu. Dengan langkah malas, aku
beranjak dari kursi yang dari tadi malam ku duduki terus menerus. Aku
membaringkan tubuhku yang telah lemas ini di kasur tercinta. Mungkin waktu 2 jam
bisa membuat tubuhku kembali segar. Kebetulan ini masih jam 5 dan sekolahku
masuk jam 7.05 . Aku pun terhanyut dalam dunia mimpi
***
Tok Tok Tok
Suara ketukan pintu itu begitu
menggangu. Dengan berat hati,aku membangkitkan tubuhku dari kasur. Aku berjalan
dengan lesu kearah pintu dan membukanya
“hai!!” sapanya dengan semangat. Dia adalah sahabat
kecilku, IQBAAL DHIAFAKHRI RAMADHAN.
Hari ini dia telah rapi dengan menggunakan seragam batik sekolah yang
sama dengan ku.
“kenapa
kau belum siap siap juga? Ini sudah jam 7.00!” tegurnya yang ketika melihatku
dengan tampilan acak acakan
“aku
tidak bisa tidur tadi malam karena tugas tugas sialan itu!!” jawabku kesal.
Iqbaal hanya mengangguk mengerti sambil sedikit terkekeh.
“baiklah,aku
tunggu kau diluar. Jangan berlama lama” Iqbaal segera beranjak dari depan
kamarku. Aku pun menutup pintu. Kemudian mandi dan bersiap siap.
***
Tidak butuh waktu lama aku telah
siap. Aku bukanlah tipe cewek yang suka berdandan. Seragam sekolah batik,sepetu converse dan jam
tangan itulah penampilan yang mengisi hari hari ku ketika bersekolah. Rambutku yang agak panjang, ku ikat seperti
buntut kuda. Setelah yakin tidak ada yang ketinggalan lagi, aku beranjak dari
kamarku menuju ke luar rumah. Disana terlihat iqbaal yang sedang bersender di
mobilnya sambil memainkan I phone miliknya
“maaf
menunggu lama!” ucapku
“tidak
masalah” jawab iqbaal disertai dengan senyumnya yang menawan. Iqbaal membukakan
pintu untukku. Setelah memberikan senyuman sebagai tanda terima kasih, aku
memasuki mobil iqbaal. Begitu juga dengan iqbaal.
***
Mobil iqbaal telah terparkir manis di
halaman sekolah. Kami berdua turun dari mobil dan berjalan beriringan.
“lebih
baik kau beristirahat dirumah! Muka mu terlihat pucat!” ucap iqbaal dengan nada
prihatin
“haha
kau tidak perlu mengkhawatirkan ku! Aku sudah terbiasa seperti ini!” ucapku
sambil sedikit tertawa
“kau
memang keras kepala!” ucap iqbaal kesal
“apakah
kau tidak tahu kalau kepalaku memang keras!” ucapku polos
“kau
ini!! Sudah masuk SMA ,masih saja kau simpan otak udang mu itu!” ucap iqbaal
bertambah kesal
“apa??
Kau menghinaku??” bentakku
“tidak!
Aku hanya mengejek!” jawab iqbaal santai
“itu
sama saja PINTAR!!” ucapku kesal
“terima
kasih” Iqbaal tertawa kecil melihat ekspresi wajahku
“dasar!
Sudah masuk SMA,masih saja tidak bisa membedakan kalimat pujian dengan
ledekan!” gerutuku
“itu
kata kata ku!” ucap iqbaal tidak terima
“aku
tidak peduli!” aku melangkah lebih cepat meninggalkan iqbaal
“hai
apa kau marah?” Tanya iqbaal. Dia sedang berusaha menyejajarkan langkahnya
denganku. Aku tidak menggubrisnya
“please
jangan marah kepadaku”
“ku
mohon!!” ucap iqbaal. Aku mendongak kearahnya
“hahahahaha”
tawaku meledak melihat ekspresinya yang begitu konyol. Sungguh ekspresinya
begitu lucu
“kenapa
kau malah tertawa?” Tanya iqbaal kebingungan
“ekspresimu
sangat konyol!” jawabku setelah berhasil meredakan tawaku
“jadi
kau hanya mengerjaiku saja?” Tanya iqbaal kaget
“bisa
jadi!” jawabku dan kemudian berlari kearah kelas
“hei
awas saja kau nanti!” teriak iqbaal dari belakang. Mungkin dia juga sedang
berlari mengejarku
***
Pelajaran hari ini dimulai dengan pelajaran
sejarah yang sangat membosankan. Ditambah dengan Mrs Gina yang menjelaskan
dengan suara cemprengnya itu. Nama nama pemimpin perang yang sangat sulit untuk
diingat selalu diucapkannya dengan penuh semangat. Aku hanya menatap kosong
kearah papan tulis.
“waw!
Pelajaran Ini benar benar menyenangkan!” ucap iqbaal yang berada disebelahku
dengan penuh ketertarikan. Aku hanya menatapnya heran.
“kau
bilang ini menyenangkan? Kepalaku sudah dibuat pecah olehnya!” ucapku dengan
nada frustasi
“kepalamu
belum pecah!” iqbaal menjawab dengan wajah polosnya. Ingin rasanya aku
menginjak kakinya dan menendangnya hingga bertemu singa di kebun ragunan. Agar
tidak memperpanjang masalah aku mengacuhkannya. Melanjutkan aktifitas yang
sangat menenangkan,kembali ke alam mimpi.
***
“hei
bangun!” seseorang mengguncang tubuhku dengan keras
“hmm”
aku menyautnya dengan malas
“kau
tidak mau kekantin?” Tanyanya. Aku pun membuka mataku. Ternyata iqbaal yang
membangunkanku
“dasar
manusia tukang tidur!” ucap salsha kesal. Aku hanya terkekeh mendengar
ocehannya.
“sudahlah
salsha kau tidak perlu marah marah!” ucap cowok berkacamata yang ada
disebelahnya,Aldi.
“iya
nanti kau cepat bertambah tua!” sambung pria berambut kribo, Bastian.
“apa
kau bilang?” salsha dengan emosi menjambak rambut kribo bastian. Bastian
meringis kesakitan.
“hei
salsha jangan sakiti pacarku!” ucap cassie pacar bastian sambil berusaha
melepaskan tangan salsha dari rambut bastian. Salsha pun melepaskannya.
“hahaha
sudahlah jangan bertengkar!” ucap iqbaal melerai kejadian konyol itu. Kami
berenam pun beranjak meninggalkan kelas ini menuju kantin
“hei
kemana kiki dan steffi?” Tanyaku ketika sudah berada dikantin. Yap kiki dan
steffi satu angkatan lebih tinggi dari kami berenam. Kiki dan steffi duduk
dikelas XII IPA 1 sedangkan kami berenam duduk dikelas XI IPS 2.
“entahlah,mungkin
mereka sedang ingin berdua” jawab bastian disertai dengan anggukan dari
aldi,salsha dan cassie. Pesanan pun datang. Aku dan yang lainnya pun makan
disertai dengan guyonan ringan
***
Sekolah pun dibubarkan. Siswa siswi
berebutan untuk keluar kelas. Saat ini hanya tinggal aku dan iqbaal yang berada
dalam kelas. Aldi,salsha,bastian,dan cassie sudah pulang terlebih dahulu.
“iqbaal
apa kau bisa cepat sedikit? Aku sudah lelah!” ucapku menarik tangan iqbaal yang
sedang membereskan bukunya.
“dasar
tidak sabaran!” gerutu iqbaal. Aku dan iqbaal pun berjalan meninggalkan kelas
dan menyusuri koridor sekolah.
“hai
iqbaal!” sapa seorang cewek. Dia bernama bella. Seangkatan denganku tetapi
berbeda kelas. Bella juga termasuk cewek popular disekolah ku. Dengan
penampilannya yang cewek banget. Itu sangat terbalik denganku. Rambutnya yang panjang
dibiarkannya tergerai. Mungkin ingin mecari perhatian cowok satu sekolah.
“hai
bell!” ucap iqbaal gugup. Iqbaal menyukai bella. Itu yang ku tau setelah dia
menceritakannya padaku. Entah kenapa ada rasa nyeri di dadaku. Apa mungkin aku
cemburu?. Tidak mungkin. Kami hanyalah sahabat dan tidak akan lebih dari itu. Sudahlah
aku bingung dengan perasaanku saat ini
“apa
kau ingin pulang?” Tanya iqbaal
“iya,tapi
aku belum dijemput” jawab bella dengan gaya sok imutnya. Itu sangat
menjijikkan.
“kalau
begitu kau pulang saja bersamaku!” tawar iqbaal bersemangat
“sungguh?”
Tanya bella yang diikuti dengan tatapan sinis ke arahku. Iqbaal mengangguk
mantap. Kami bertiga berjalan beriringan. Huh sedari tadi aku seperti tidak
dianggap oleh mereka berdua. Mereka mengobrol,bercanda,dan tertawa pun berdua.
Hingga akhirnya kami bertiga sampai di parkiran,tepatnya disamping mobil
iqbaal. Ketika aku ingin membuka pintu mobil yang berada disebelah pengemudi..
“iqbaal
apa aku boleh duduk disebelahmu?” Tanya bella manja. Itu sungguh MENJIJIKKAN.
Iqbaal melirik kearahku dengan tatapan memohon. Menyebalkan!!. Aku mengangguk.
Kemudian membuka pintu mobil penumpang dan menutupnya dengan keras. Aku bisa
melihat dari dalam bella tersenyum puas. Sungguh aku akan menghajarnya jika
tidak ada iqbaal. Iqbaal dan bella pun masuk. Mobil perlahan lahan meninggalkan
parkiran.
***
“hmm
bagaimana kalo besok aku menjemputmu?” tawar iqbaal kepada bella ketika mobil
iqbaal sudah berada didepan rumahnya
“boleh!
Apakah tidak ada yang keberatan?” Tanya bella sambil melirik kebelakang. Sial
dia ingin mencari ribut dengan ku rupanya.
“tentu
saja tidak” jawab iqbaal bersemangat. Bella pun keluar dari mobil. Iqbaal
kembali melanjutkan perjalanan.
“sungguh
aku tidak percaya kalau bella akan pergi kesekolah bersama ku besok!” iqbaal
sibuk mengoceh sendiri selama diperjalanan
“ya
ya” jawabku tidak bersemangat
“apa
menurutmu aku bisa berpacaran dengan nya?” pertanyaan iqbaal membuatku
tersentak. Ada sedikit rasa cemburu. Mungkin aku memang telah mencintai iqbaal.
“maybe”
jawabku ogah ogahan
“apa
kau tidak keberatan?” Tanya iqbaal lagi
“tentu
saja tidak..asal kau bahagia” ucapku dengan berat hati
“tapi
dengan satu syarat!” ucapku
“apa?”
Tanya iqbaal antusias
“kau
tidak akan pernah meninggalkanku dan melupakanku” jawabku
“tentu!”
ucap iqbaal dengan senyuman
***
Keesokan harinya
Aku sungguh kesal. Iqbaal tidak
menjemputku. Dengan terpaksa aku berangkat kesekolah dengan menggunakan angkot.
Sesampainya dikelas aku melihat iqbaal berduaan dengan bella. Sial kenapa cewek
itu berada dikelasku. Iqbaal melihatku dan kemudian menghampiriku.
“hmm
(nama kamu) sorry ya tadi aku tidak sempat menjemputmu.. habisnya bella ingin
cepat datang untuk piket” ucap iqbaal
“kalau
piket,kenapa dia berada dikelas kita?” tanyaku dengan nada sedikit keras agar
terdengar oleh bella
“shhht..kau
jangan seperti itu! Oh ya untuk seterusnya aku juga tidak bisa menjemputmu dan
mengantarmu pulang. Bella hanya ingin berdua saja denganku..maaf ya!” ucap
iqbaal lagi. APA? DIA LEBIH MEMILIH BELLA DARIPADA SAHABATNYA SENDIRI.
“terserah
kau!” ucapku mengacuhkannya. Aku berjalan mendekati kursiku yang sedang
diduduki bella
“hei
kau menyingkir dari kursiku!” ucapku kasar yang tentu saja mendapat tatapan
sinis dari bella. Tapi masa bodoh aku tidak mempedulikannya
***
Seminggu telah ku lalui. Hubungan ku
dengan sahabatku menjadi renggang. Terutama iqbaal. Iqbaal tidak lagi menjemput
dan mengantarku pulang, tidak pernah bermain denganku. Dia lebih mengutamakan
bella daripada aku. Teman temanku? Mereka sudah melupakanku. Itu semua karena
bella. Pernah suatu hari….
“hei
(nama kamu),iqbaal ayo kekantin!” ajak bastian. Dibelakangnya ada
salsha,aldi,cassie,kiki dan steffi.
“boleh”
jawabku dan iqbaal bersamaan
“tapi
kita kekelas bella dulu..aku ingin mengajaknya juga!” ucap iqbaal. Mendengar
nama itu mood ku langsung menurun.
“ahh
maaf sepertinya aku sedang tidak enak badan!” ucapku
“kau
ini aneh..tadi sepertinya kau sehat sehat saja!” oceh salsha
“apa
kau yakin tidak ingin ikut?” Tanya iqbaal. Aku mengangguk mantap. Mesti hatiku
ingin rasanya menangis.
“ah
sudahlah biarkan saja..ayo kita kekelas bella!” ucap aldi. Mereka pergi
meninggalkan ku.
SENDIRI. Itulah yang kurasakan saat
ini. Sejak kejadian itu mereka jarang bersama ku. Dan tentunya itu karena
bella. Seminggu ini aku banyak menghabiskan hari hari ku di perpustakaan.
“teeeeengtooooong!”
Bel istirahat berbunyi. Aku
melangkahkan kakiku menuju perpustakaan. Tetapi seseorang langsung menarikku
menuju belakang sekolah.
“bella?”
ujarku kaget
“iya
ini gue! Kasian banget nasib lo! Sekarang semua temen temen lo udah jadi milik
gue,termasuk iqbaal!” bella berbicara dengan senyum sinis
“terus?”
aku sama sekali tidak tertarik dengan pertengkaran konyol ini
“asal
lo tau ya! Gue itu sama sekali gak suka sama iqbaal. Mungkin dia aja yang
terlalu berlebihan suka sama gue. Dan gue hanya manfaatin dia agar buat lo
sakit hati!” bella menudingkan telunjuknya kearah gue.
“jangan
pernah sekali kali lo berani nyakitin hati iqbaal!” emosiku mulai memuncak
“oh
ya? Tapi sayang bentar lagi itu akan terjadi!”
“emang
salah gue sama lo apa?” bentak gue
“salah
lo sama gue?? lo pernah ngambil randy dari gue waktu smp dan gue bakal balas
dengan ngambil aldi,salsha,bastian,cassie,kiki,steffy dan yang paling penting
iqbaal. Gue bakalan buat mereka benci sama lo dan setelah itu gue bakalan
ngancurin hati iqbaal!” ucap bella tersenyum penuh kemenangan. Tangan gue sudah
berancang ancang untuk menampar bella. Tapi ada tangan yang menepis kasar
tanganku yang hampir menyentuh pipi bella. Aku melihat kearah tangan itu. Dia
adalah iqbaal. Dibelakangnya sudah ada aldi,salsha,bastian,cassie,kiki,steffy. Aku
melirik kearah bella. Dia tersenyum penuh kemenangan.
“aku
minta maaf (nama kamu) kalo aku telah merebut teman temanmu terutama iqbaal!”
ucap bella sambil mengeluarkan air mata buaya. Dasar ACTING!!
“itu
bukan salahmu bella” ucap iqbaal lembut kepada bella. Kemudian tatapannya
berpaling kepadaku.
“kau
benar benar jahat! Apa salah bella kepada mu??” bentak iqbaal. Hatiku terasa
sakit. Tidak biasanya iqbaal bersikap seperti ini
“aku
tidak percaya kau ingin menampar bella!” bentak bastian
“iya!
Sebelumnya kau tidak pernah seperti ini!” aldi juga ikut membentakku
“bella
itu baik. Bukan seperti kau yang hanya baik didepan dan busuk dibelakang!”
bentak salsha. Kiki,cassie,dan steffi hanya diam. Ingin rasanya aku menangis
disaat seperti ini. Tapi aku harus tegar.
“ini
gak seperti yang kalian kira! Bella itu jahat. Dia ingin manfaatin kalian!”
ucapku
PLAKK
Sebuah tamparan keras mendarat di
pipiku. Itu IQBAAL. Sahabatku,orang yang kucintai,orang yang kusayangi. Dia
tega menamparku
“ini
balasan buat orang sepertimu karena telah berani menjelek-jelekkan bella!”
bentak iqbaal
DUAAR
Tiba tiba petir menyambar. Hujan
turun dengan derasnya. Mungkin mereka mengerti dengan perasaanku saat ini.
aldi,salsha,bastian,cassie,kiki,steffy dan bella segera berteduh. Hanya tinggal
aku dan iqbaal.
“yaa
mungkin kau belum sadar saat ini! Tapi suatu saat kau akan mengerti!” ucapku
dan berlari meninggalkan iqbaal. Aku berlari menuju kelas,mengambil tasku.
Kemudian aku berjalan keluar dari sekolah dengan nekat. Aku ingin pulang saat
ini. Air mata yang deras telah membasahi pipiku. Ditambah hujan yang membasahi
seluruh tubuhku. Aku berjalan menunduk. Aku tidak peduli dengan hujan deras
ini. Tekadku..aku ingin pulang.
Tiiiit tiit
Suara klakson dari arah kiri membuat
ku menoleh kearah suara. Penglihatan begitu kabur akibat airmata dan hujan
deras ini.
“HAAAAAAA”
(Iqbaal Pov)
Apa yang telah ku lakukan tadi? Aku
telah menampar sahabatku. Tapi tindakan yang dilakukannya telah membuatku
geram. Tapi kenapa hati ini merasakan sedih ketika melihat air mata jatuh
mengalir dipipinya. Apa mungkin aku mencintainya? Itu pertanyaan yang belum
terjawab hingga sekarang. Aku selalu merasa nyaman dengannya,tingkahnya yang
konyol membuat hari hariku berwarna,dia selalu membuatku tertawa. Dia tidak
mengetahui bahwa selama seminggu ini aku merindukan sosoknya yang dulu. Disaat
bersama bella hanya dia yang teringat dipikiranku. Aku yakin bahwa aku
mencintainya. Tapi saat aku berkeliling sekolah bersama teman temanku, aku
melihat (nama kamu) ingin menampar bella. Aku sungguh tidak percaya dengan
perbuatan itu.
“maafkan
aku iqbaal, aku telah merusak persahabatanmu dengan (nama kamu)” ucap bella
menghampiriku
“ini
bukan salahmu tapi (nama kamu)” jawabku
Keesokan harinya seperti biasa aku
menjemput bella. Namun tidak ada rasa semangat lagi dalam hidupku setelah
kejadian kemarin. Aku berjalan mendahului bella menuju kelas. Aku ingin menemui
(nama kamu). Sejak kemarin firasatku menjadi tidak enak. Namun nihil tidak ada
tanda tanda (nama kamu) dikelas. Apa mungkin dia tidak masuk? Ah paling paling
hanya telat. Jam pelajaran petama telah masuk,tapi belum juga ada tanda tanda
kehadirannya. Hingga akhirnya bel istirahat berbunyi.
Aku,aldi,bastian,kiki,cassie,salsha,dan steffi berada dikantin. Bella tidak
bisa ikut. Dia sedang mengikuti rapat osis.
“kira
kira (nama kamu) kenapa ya?” Tanyaku
“apa
kau masih memikirkan penjahat itu?” Tanya salsha balik
“iya!
Untuk apa kita pedulikan dia!” sambung aldi
“aku
yakin bahwa (nama kamu) tidak bersalah” ucap kiki yang membuat aku,salsha,aldi,dan
bastian kaget
“aku
juga” ucap steffi dan cassie berbarengan
“honey,kemaren
itu sudah terbukti bukan?” ucap bastian kepada cassie
“(nama
kamu) dia tidak mungkin berbuat seperti itu. Karena aku tau betul bagaimana
sikap (nama kamu)” ucap cassie sedikit membentak
“ya
aku dan steffi juga tidak percaya” ucap kiki
“sudahlah
lebih baik kita makan dulu” ucapku melerai
Sudah dua minggu tetapi tidak ada
kabar sedikit pun tentang (nama kamu). Aku mulai khawatir.
Aku berjalan menyusuri koridor. Tapi langkahku
terhenti tepat didepan toilet cewek. Aku bukan bermaksud mengintip. Tapi aku
mendengar tawa bella dari dalam. Sepertinya dia sedang berbicara dengan
kawannya.
‘iya
iqbaal dan yang lainnya begitu bodoh! Sebenarnya gue itu hanya ingin
memanfaatkan mereka dan membuat (nama kamu) sakit hati.. yang gue gak sangkanya
itu iqbaal dan yang lainnya hadir tepat pas emosi (nama kamu) lagi muncak dan
terus ingin nampar gue’ ucapan bella itu membuat aku diam tak bergerak. Lalu
aku kembali mendengarkan ucapan bella selanjutnya
‘dan
yang paling bodoh itu pas iqbaal nampar (nama kamu) setelah dia ngejelasin
fakta apa yang sebenarnya HAHAHAHAHA” tawa bella meledak. Hal ini membuatku
geram dengan bella. Bella kaget ketika mendapati aku didepan toilet.
PLAK
Tamparan yang keras mendarat
dipipinya. Ini pembalasan yang setimpal untuk (nama kamu)
“iqbaal
ini gak seperti yang lo dengar!” ucap bella memegang tanganku. Aku menepisnya
dan kemudian berlari menuju kelas untuk menceritakan kejadian ini kepada yang
lainnya
***
“apa?
Bella manfaatin kita?” ucap salsha histeris
“iya.
Bella Cuma mau buat (nama kamu) sakit hati” jawabku
“apa
aku bilang? Kalian semua tega tidak mempercayai sahabat sendiri” bentak cassie.
Aldi,salsha,dan bastian menyesal. Begitu juga dengan ku. Aku tega menyakiti
orang yang kucintai. Aku memang tidak berguna. Aku ingin cepat cepat
menemuinya,meminta maaf,bermain bersamanya,dan melakukan tingkah konyol lagi
bersamanya. Aku rindu akan semua itu. Aku juga rindu akan sosoknya. Setelah
mendapat izin,aku dan yang lainnya berangkat menuju rumah (nama kamu).
“sepi”
ucap bastian ketika berada didepan rumah (nama kamu)
“rumahnya
memang sepi! Kedua orang tua nya bekerja diluar negeri. Dia kan hanya tinggal
dengan mbok yem!” ucapku
“ooh!”
sahut bastian yang belum pernah kerumah (nama kamu)
TOK TOK TOK
Aku mengetuk pintu. Tidak lama
kemudian pintu terbuka. Keluarlah wanita paruh baya dengan kemoceng ditangannya
“den
iqbaal?” sahut mbok yem kaget
“iya
mbok! (nama kamu) nya ada?” Tanya ku to the point
“silahkan
masuk dulu!” mbok yem mempersilahkan kami semua masuk dan duduk diruang tamu.
“apa
(nama kamu) sakit mbok? Sudah dua minggu dia tidak masuk!” ucap salsha sopan
“a..anu..”
ucap mbok yem terbata bata. Membuat perasaanku menjadi tidak enak
“apa
kami boleh bertemu dengannya?” Tanya steffi
“aa..anu..non
(nama kamu)”
“ada
apa dengan (nama kamu) mbok?” kali ini aku benar benar penasaran. Mbok yem
tertunduk dan tampak air bening yang mengalir dari pipinya
“kenapa
mbok nangis? Emangnya (nama kamu) kenapa?” Tanya aldi
“non
(nama kamu) telah pulang” ucap mbok yem sambil menangis
“pulang
ke amerika?” Tanya ku kaget
“bu..bukan…den
non (nama kamu) pulang menghadap yang kuasa” ucap mbok yem. Tangisannya semakin
deras. INI GAK MUNGKIN!!!
“MBOK
JANGAN BERCANDA DEH!” bentakku tidak percaya
“mbok
gak bercanda den…non (nama kamu) telah meninggal dua minggu yang lalu. Non (nama
kamu) tertabrak truk saat hujan deras!” ucap mbok yem. Itu tepat pada hari
kejadian saat aku menamparnya. Aku benar benar tidak percaya. Ini pasti hanya
mimpi.
“oh
ya ini ada buku diary yang ditemuin ditas nya non (nama kamu). disana tertulis
nama den iqbaal” mbok yem menyerahkan amplop kepadaku. Aku mengambilnya
“dimana
makamnya mbok?” setelah mengetahui tempatnya, aku langsung menuju mobil
meninggalkan teman temanku yang sedang menangis didalam. Mengendarai dengan
kecepatan tinggi
***
Aku memperhatikan satu per satu nama
yang ada di batu nisan. Tatapanku berhenti pada batu nisan yang bertuliskan
nama (nama kamu). aku langsung berlari kesana,memeluk nisan itu dengan erat. Aku
bener benar tidak percaya dengan semua ini. Semua ini salah ku. Aku telah
membuat orang yang ku cintai seperti ini. Aku bodoh
“(nama
kamu) please bangun,apa kau tega meninggalkanku sendirian? Aku masih butuh kau
untuk menemani hari hariku! Bukan hanya sebagai sahabat,sebagai orang yang aku
cintai. Maafkan aku yang tidak mempercayaimu. Andai waktu bisa diputar,aku
tidak akan melakukan hal itu. (nama kamu) aku mohon! Kau tidak pernah
mengabaikan permohonanku! (nama kamu) maafkan aku” teriakku dengan kencang. Aku
membuka buku diary itu satu persatu. Disana banyak keluh kesah (nama kamu) kepadaku.
Ada foto saat kita berdua tk,sd,smp,dan sma. Semua lengkap disana. Ada satu
halaman terakhir yang membuatku tertarik membacanya
“saat ini aku sangat rindu dengannya.
Tawanya,tatapan matanya dan senyumnya. aku ingin mempersembahkan lirik lagu ini
untuknya. Hanya special untuknya. IQBAAL DHIAFAKHRI RAMADHAN,orang yang sangat
ku cintai….
Bintang malam katakan padanya
Aku ingin melukis sinarmu dihatinya
Embun pagi sampaikan padanya
Biar ku dekap erat waktu dingin
membelenggunya
Tahukah engkau wahai langit
Aku ingin memeluk
Membelai wajahnya
Kan ku pasang hiasan
Angkasa yang terindah
Hanya untuk dirinya”
THE END
Betfair Casino - Mapyro
BalasHapusFind Betfair 포항 출장안마 Casino, New York (New 화성 출장안마 York) location offering titanium tube gaming, luxury accommodations, entertainment, and fine 상주 출장안마 dining. Find reviews and discounts 토토사이트 for AAA/AARP members,